PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyoroti fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU serta kelangkaan beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM). Dia meminta jajaran untuk menjaga ketat SPBU untuk mencegah terjadinya panic buying BBM saat mudik nanti.
“Kita harus mampu mengantisipasi situasi ini melalui pengamanan dan pemantauan intensif guna mencegah terjadinya panic buying,” ujar Irjen Herry, Selasa (10/3/2026).
Hal itu disampaikan Kapolda Riau dalam Latihan Pra Operasi (Lat Praops) Ketupat Lancang Kuning 2026 yang digelar di Aula Tri Brata Mapolda Riau. Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan personel dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Menurutnya, perlu diantisipasi kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU serta kelangkaan beberapa jenis BBM seperti biosolar, pertalite, dan pertamax. Dia ingin tak ada panic buying BBM di Riau karena kondisi memanasnya situasi global.
Kapolda meminta jajaran polres untuk membuat skema antrean untuk mencegah panic buying. Di sisi lain, ia memberikan apresiasi kepada Kapolres Siak dan Kapolres Rokan Hilir (Rohil) yang telah bergerak cepat melakukan penindakan serta sosialisasi terkait distribusi BBM di wilayah masing-masing.
“Saya minta seluruh satuan menyusun skema quick response. Jika terjadi antrean panjang atau situasi tertentu, harus ada kepastian berapa lama waktu respons anggota untuk tiba di lokasi,” tambahnya.
Lat Praops Ketupat Lancang Kuning 2026 digelar selama 13 hari, mulai tanggal 13-25 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik serta menjaga stabilitas kamtibmas di tengah dinamika global.
Dalam pembukaan latihan tersebut, Kapolda menyampaikan enam poin instruksi kepada seluruh peserta. Yang pertama, personel diminta untuk mempersiapkan fisik dan mental dalam pelaksanaan tugas operasi.
“Kedua, tingkatkan terus sinergitas untuk membangun kolaborasi kuat dengan Pemda, TNI, dan instansi terkait (khususnya Pertamina Patra Niaga),” katanya.
Ia juga meminta jajaran untuk memantau langsung SPBU, perusahaan minyak dan jalur distribusi untuk memastikan tidak ada spekulan ataupun aksi penimbunan yang akan berdampak terhadap stabilitas keamanan.
“Kedepankan profesionalisme dan bertindak secara proporsional dan terencana. Kedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi potensi ancaman terorisme. Kapolda meminta jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pengamanan markas.
“Tugas kita bukan hanya pengamanan, tetapi juga pelayanan. Kita pastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran dengan aman, lancar, dan tenang,” tegasnya. **
sumber: detikcom



