PEKANBARU — Tragedi memilukan terjadi di Pekanbaru, saat seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras parit yang meluap di kawasan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan, Sabtu (11/4/2026).
Korban diketahui bernama Aryadi Garsidi (35). Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR gabungan setelah pencarian intensif selama beberapa jam sejak dilaporkan hilang pada tengah malam sebelumnya.
Peristiwa nahas itu bermula pada Jumat (10/4) sekitar pukul 23.53 WIB. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor mencoba melintasi jalan di dekat parit yang airnya meluap hingga menutupi badan jalan. Kondisi gelap dan derasnya arus membuat situasi semakin berbahaya.
Alih-alih berhasil melintas, korban justru kehilangan kendali. Arus yang sangat kuat langsung menyeret korban beserta kendaraannya masuk ke dalam parit.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil, dan korban pun hilang terbawa aliran air.
Laporan resmi kemudian diterima oleh tim SAR pada dini hari. Personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan wilayah Pekanbaru segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.
Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan dan memulai operasi pencarian. Penyisiran dilakukan di sepanjang sisi parit, baik di kiri maupun kanan aliran air, hingga radius lebih dari satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Setelah upaya pencarian selama kurang lebih tujuh jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.39 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,38 kilometer dari titik awal kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak SAR mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalan yang tergenang atau berada di dekat saluran air yang meluap. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa risiko di balik arus deras kerap kali tidak terlihat, namun bisa berujung fatal dalam hitungan detik. **
sumber: Beritariau.com



