Riwayat Sesak, Warga Jabar Meninggal di Rinjani, Pendaki Riau Patah Kaki

SELONG–Seorang pendaki asal Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) meninggal dunia ketika mendaki Riniani, Kamis (15/5).

Korban meninggal diketahui bernama Endang Subarna (48), warga Kampung Hegar Alam, Cibadak, Sukabumi, Jabar. Ia bersama rombongan berjumlah 29 orang mendaki melalui pintu Kandang Sapi, Kamis pagi (14/5)

Nahas, saat mencapai jalur terjal di punggungan Bukit Penyesalan menuju Pos 4 sekitar pukul 16.00 WITA, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR ) bersama tim medis EMHC sempat memberikan resusitasi jantung paru (RJP) 30 menit, namun tidak membuahkan hasil.

Kepala Balai TNGR, Budhi Kurniawan menjelaskan bahwa dugaan sementara korban kelelahan. Terlebih korban memiliki riwayat sesak napas.

“Kami menerima informasi ada pendaki yang pingsan. Petugas langsung melakukan tindakan darurat termasuk pacu jantung selama 30 menit, namun tidak ada respons,” ujarnya.

Insiden berbeda terjadi Jumat (15/5). Pendaki asal Karimun, Riau bernama Bolkya Ayadi (38) terjatuh sedalam 7 meter di punggungan menuju puncak Rinjani. Sekitar 20 sampai 30 meter dari Pos Pelawangan.

“Korban mengalami patah tulang kaki dan tidak bisa berjalan. Tim gabungan TNGR, Polsek Sembalun, dan EMHC saat ini masih melakukan evakuasi. Kondisi korban dilaporkan selamat dan telah mendapat penanganan awal di lokasi,” imbuh dia.

Kepala TNGR mengingatkan para pendaki untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum mendaki. Tidak hanya sehat fisik namun juga mental. Terutama ketika melalui jalur gade 4.

“Ke depannya, cek kesehatan mungkin harus dilakukan lebih ketat agar insiden serupa tidak terulang,” tutupnya.

Sementara itu Kapolsek Sembalun IPTU Lalu Subadri mengatakan bahwa pendaki yang meninggal jenazahnya telah dievakuasi ke Puskesmas Sembalun lalu ke RSUD Selong.

“Pukul 19.20 WITA, korban dinyatakan meninggal oleh dokter puskesmas dan jenazah diberangkatkan ke RSUD Selong menggunakan ambulans,” singkat nya. **