DUMAI – Pernyataan tegas dan bernada keras dilontarkan Wali Kota Dumai, H. Paisal, saat menghadiri aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Anak Kemenakan Jati (AAKJ) di Simpang TPI Dumai, Selasa (2/6) pagi.
Di hadapan ratusan massa aksi yang menyuarakan tuntutan terkait polemik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Paisal menegaskan agar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai tidak mengambil keputusan maupun langkah sepihak sebelum adanya surat resmi dari Pemerintah Kota Dumai.
Dalam orasinya, Paisal mengaku kecewa terhadap sikap KSOP yang dinilainya kurang responsif terhadap upaya komunikasi yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Saya dikangkangi oleh KSOP, beberapa kali saya telepon, namun tidak dijawab,” ucap Paisal lantang yang disambut sorakan massa aksi.
Menurutnya, persoalan TKBM yang saat ini menjadi perhatian masyarakat Dumai harus diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antara seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah.
Paisal juga mengingatkan agar tidak ada kebijakan yang dikeluarkan secara sepihak yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun para pekerja bongkar muat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak KSOP akan segera diundang dalam forum pembahasan khusus guna mencari solusi terbaik atas polemik yang tengah berkembang.
“KSOP akan kita undang dalam waktu dekat terkait persoalan ini. Kita ingin duduk bersama dan mencari penyelesaian yang baik,” ujarnya.
Namun, dalam bagian akhir orasinya, Paisal kembali melontarkan peringatan keras agar pihak KSOP memenuhi undangan tersebut.
Upaya konfirmasi dilakukan media ini kepada pihak KSOP. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KSOP Dumai terkait pernyataan yang disampaikan Wali Kota Dumai maupun perkembangan polemik TKBM yang saat ini menjadi sorotan publik.



