DUMAI — Pasca dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa SD Negeri 13 Dumai setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur MBG Gajah Mada menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Mahudun Untuk Negeri(Mahudun Foundation) tersebut diperkirakan tidak beroperasi selama kurang lebih 20 hari. Penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan bahan baku, hingga penyediaan makanan MBG.
Hal tersebut disampaikan Yonfen Hendri, Wakil Ketua Yayasan Mahudun yang menaungi Dapur MBG Gajah Mada, dalam sebuah pertemuan di salah satu kedai kopi di Kota Dumai.
Menurut Yonfen, evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem kerja dapur yang menyuplai makanan MBG ke sejumlah sekolah, termasuk SD Negeri 13 Dumai.
“Kita sedang melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap dapur, termasuk proses pengolahan dan bahan baku yang digunakan,” ujarnya.
Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Terkait dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa, Yonfen menyebut salah satu kemungkinan yang menjadi bagian dari evaluasi adalah kondisi makanan yang diduga sudah tidak higienis.
Namun, ia menegaskan pihak yayasan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim untuk dilakukan pengujian.
“Untuk penyebab pastinya kita belum bisa menyimpulkan. Kita masih menunggu hasil laboratorium dari sampel yang sudah dikirim,” jelasnya.
Pemasok Bahan Baku Akan Dievaluasi
Sebagai bagian dari pembenahan, Yayasan Mahudun juga akan menyurati seluruh pemasok bahan baku yang selama ini memasok kebutuhan Dapur MBG Gajah Mada.
Para pemasok diminta lebih memperhatikan kualitas dan kebersihan bahan baku, termasuk proses penyimpanan sebelum bahan tersebut digunakan untuk mengolah makanan MBG.
Bahkan, pihak yayasan mempertimbangkan perubahan penggunaan bahan baku ayam segar menjadi ayam beku atau frozen, yang dinilai lebih mudah dikontrol dari sisi penyimpanan dan higienitas.
“Kita akan menyurati seluruh penyuplai bahan baku agar lebih berhati-hati. Untuk ayam, kita juga mempertimbangkan menggunakan ayam frozen karena dinilai lebih terjamin dari sisi higienitas dan penyimpanannya,” katanya.
Meski demikian, Yonfen menegaskan rencana perubahan bahan baku tersebut merupakan bagian dari langkah evaluasi dan pencegahan. Hal itu bukan berarti pihak yayasan telah menyimpulkan bahwa ayam atau bahan tertentu merupakan penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Dapur Diperkirakan Tutup 20 Hari
Yonfen kembali menegaskan Dapur MBG Gajah Mada untuk sementara tidak beroperasi dan diperkirakan tutup selama sekitar 20 hari.
Masa penghentian operasional tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi serta pembenahan terhadap sistem pengolahan, penyimpanan bahan baku, hingga proses penyediaan makanan sebelum dapur kembali beroperasi.
Sementara terkait kondisi puluhan siswa SD Negeri 13 Dumai yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, pihak Yayasan Mahudun masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
“Kita sama-sama menunggu hasil laboratorium. Setelah hasilnya keluar, baru bisa diketahui secara lebih jelas apa penyebabnya,” pungkas Yonfen.
Yayasan Belum Berikan Pernyataan Resmi
Sementara itu, pemilik Yayasan Mahudun Untuk Negeri, Salman, mengatakan pihak yayasan untuk sementara belum memberikan pernyataan lebih jauh terkait kejadian tersebut.
Menurutnya, pihak yayasan memilih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut.
“Untuk sementara kami yayasan belum memberikan statemen sambil menunggu hasil dari Labfor Polda Riau,” ujar Salman.
Dengan demikian, hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Pihak yayasan menyatakan evaluasi dan pembenahan tetap dilakukan selama masa penghentian sementara operasional Dapur MBG Gajah Mada.(Rif)



