DUMAI – Sebanyak 32 pekerja migran Indonesia yang tersangkut masalah keimigrasian di Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Riau, Sabtu (11/4/2026). Kelompok ini menjadi rombongan deportasi pertama yang melintasi jalur laut Dumai pasca-libur Lebaran 2026.
Para pekerja migran yang terdiri dari 23 pria dan 9 wanita tersebut merapat menggunakan feri Indomal Imperial sekitar pukul 12.15 WIB. Setibanya di dermaga, petugas gabungan langsung melakukan skrining kesehatan dan verifikasi dokumen untuk memastikan kondisi fisik serta legalitas awal para warga negara tersebut sebelum dipulangkan ke daerah asal.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu Kurniawan menyatakan, seluruh pekerja yang tiba dalam kondisi sehat. Setelah melewati pemeriksaan di pelabuhan, mereka kini ditampung sementara di Rumah Ramah PMI Dumai untuk menjalani proses pendataan dan pemenuhan hak-hak dasar.
“Negara hadir untuk memastikan setiap warga negara, tanpa memandang status keberangkatannya, mendapatkan perlakukan yang manusiawi. Kami memfasilitasi mulai dari kebutuhan logistik, tempat istirahat, hingga registrasi IMEI agar mereka tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga,” ujar Fanny Wahyu Kurniawan, Minggu (12/4/2026).
Selain melakukan pendampingan administratif, otoritas terkait memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan risiko besar bekerja di luar negeri tanpa melalui jalur resmi. Sebagian besar pekerja yang dideportasi tercatat masuk ke negara tetangga secara nonprosedural, yang memicu kerentanan terhadap eksploitasi dan kekerasan.
Fanny Wahyu Kurniawan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terbujuk janji oknum yang menawarkan pekerjaan di luar negeri dengan proses instan. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci utama perlindungan bagi para pekerja selama berada di negara penempatan.
Berdasarkan data manifest, mayoritas pekerja dalam rombongan ini berasal dari Sumatera Utara, disusul oleh warga asal Aceh dan Riau. BP3MI saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing untuk mengatur jadwal pemberangkatan dari Dumai menuju kampung halaman para pekerja. **
sumber: RIAUIN.COM



