DUMAI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai menggelar workshop jurnalistik dengan tema “Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Jurnalistik: Menjaga Kualitas, Kredibilitas, dan Etika Pers di Era Digital”, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Kota Dumai tersebut diikuti lebih dari 70 wartawan dari berbagai organisasi pers. Workshop menghadirkan narasumber ahli pers dari Dewan Pers untuk membahas perkembangan AI serta pemanfaatannya dalam dunia jurnalistik dengan tetap mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan etika pers.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar didampingi sekretaris, Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM, MARS, Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi, unsur Forkopimda, jajaran Polres Dumai serta Kodim 0320/Dumai.
Workshop secara resmi dibuka oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dan berdiskusi mengenai tantangan serta peluang penggunaan AI dalam proses jurnalistik di era digital.
Ketua PWI Kota Dumai menyampaikan bahwa perkembangan teknologi AI merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari dalam dunia jurnalistik. Karena itu, wartawan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan prinsip dasar jurnalistik.
“AI merupakan perkembangan teknologi yang harus kita pahami dan manfaatkan secara bijak. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan peran, tanggung jawab dan integritas wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik,” ujarnya.
Ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan wartawan dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat dan bertanggung jawab.
“Semoga wartawan semakin berintegritas, semakin profesional dan tetap memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilainya sangat relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik saat ini.
Menurut Raja Isyam, AI memberikan tantangan sekaligus peluang bagi insan pers. Wartawan harus mampu memahami perkembangan teknologi tersebut agar dapat memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas produk jurnalistik.
“AI ini tidak bisa kita hindari. Perkembangannya sangat cepat dan sudah masuk ke berbagai sektor, termasuk dunia jurnalistik. Karena itu, wartawan harus mampu beradaptasi dan memahami bagaimana menggunakan AI secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Raja Isyam.
Ia menegaskan, penggunaan AI dalam jurnalistik tidak boleh menghilangkan tanggung jawab wartawan terhadap setiap informasi yang disampaikan kepada publik.
“Yang paling penting adalah bagaimana AI digunakan sebagai alat bantu, bukan menggantikan tanggung jawab wartawan. Verifikasi fakta, akurasi informasi, independensi dan kode etik tetap menjadi hal utama dalam pekerjaan jurnalistik,” tegasnya.
Raja Isyam juga berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti workshop tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga wartawan di Riau mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga marwah dan profesionalisme pers.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi prinsip-prinsip jurnalistik harus tetap kita jaga. Wartawan harus terus meningkatkan kompetensi dan integritas agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM, MARS, dalam sambutannya saat membuka workshop, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai workshop mengenai AI sangat penting bagi wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, AI dapat menjadi sarana pendukung bagi wartawan dalam menjalankan tugas, namun penggunaannya harus tetap disertai tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.
Wali Kota juga berpesan agar para wartawan di Kota Dumai terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
“Semoga dengan adanya workshop ini, wartawan yang ada di Kota Dumai semakin profesional dan semakin berintegritas dalam menyajikan informasi kepada masyarakat,” pesan H. Paisal.
Ia berharap insan pers di Kota Dumai dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan mencerdaskan masyarakat, tanpa meninggalkan independensi serta kode etik jurnalistik.
Seminar UU ITE Jadi Daya Tarik
Di penghujung kegiatan, workshop semakin menarik perhatian peserta dengan digelarnya seminar mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menghadirkan Kanit Pidum Polres Dumai, Ipda Dimas Arsa Ramadhan, sebagai narasumber dan di pandu oleh Bambang Hendriyanto sebagai moderator.

Materi tentang UU ITE menjadi salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari seluruh peserta. Hal tersebut dinilai relevan dengan tugas wartawan yang setiap hari beraktivitas di ruang digital dan berhadapan dengan berbagai ketentuan hukum dalam penyebarluasan informasi.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai aspek hukum yang perlu diperhatikan dalam aktivitas jurnalistik di era digital, termasuk pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi melalui media daring dan media sosial.
Kehadiran Ipda Dimas Arsa Ramadhan sebagai narasumber juga membuka ruang diskusi antara wartawan dan aparat penegak hukum. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi dan menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait penerapan UU ITE dalam aktivitas jurnalistik.
Seminar tersebut sekaligus menjadi penutup yang melengkapi rangkaian workshop jurnalistik PWI Kota Dumai. Perpaduan materi mengenai pemanfaatan AI, etika jurnalistik dan pemahaman aspek hukum diharapkan dapat semakin memperkuat kompetensi wartawan dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas dan bertanggung jawab.
Penulis : Faisal Arif



