Jelang Ramadan, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di 12 Daerah

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah memperkuat ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan melalui operasi pasar murah yang akan digelar secara merata di 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau, Taufiq OH, melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi dan kestabilan harga di tengah masyarakat. Operasi pasar menjadi tumpuan warga dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat,” ujar Tetty, Minggu (1/2/2026).

Pada pekan pertama Februari, kegiatan bertajuk pasar murah Topling ini akan menyasar lima lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Di Pekanbaru, lokasi mencakup halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit Senin (2/2/2026), halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari Selasa (3/2/2026), serta Fasum RW 16 Limbungan Barat Rabu (4/2/2026). Selain itu, petugas akan hadir di kantor Lurah Industri Tenayan Raya Jumat (6/2/2026), sementara untuk Kampar dipusatkan di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim Kamis (5/2/2026).

Tetty memastikan harga komoditas yang dijual lebih rendah dari harga pasar. Beras SPHP dibanderol Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan minyak goreng mulai dari Rp15.500 per bungkus. Untuk komoditas seperti cabai dan bawang, harga akan menyesuaikan langsung dari petani.

“Pasar murah akan digelar pada pukul 08.00 WIB. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah,” tambahnya.

Mendukung ketersediaan stok, Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyebutkan pihaknya memasok bahan pokok dalam jumlah besar di setiap titik. Mulai dari 500 kilogram beras SPHP, 600 liter minyak goreng, hingga puluhan papan telur ayam disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Untuk beras Sokan juga disediakan dengan jumlah yang sama. Dan telur masing-masing lokasi disediakan 50 papan serta juga cabai merah dan bawang merah,” jelas Ade. ***