DUMAI — Mewujudkan Kota Dumai yang bersih, sehat, dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Di balik jalanan yang bersih, lingkungan yang tertata, serta fasilitas umum yang nyaman digunakan, terdapat kerja keras para petugas kebersihan yang setiap hari menjalankan tugasnya. Mereka bekerja membersihkan sampah dan menjaga lingkungan agar tetap terpelihara, bahkan ketika aktivitas masyarakat terus berlangsung.
Namun, upaya tersebut tidak akan berjalan maksimal apabila masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Sampah yang dibuang dalam hitungan detik dapat menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas kebersihan yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk membersihkannya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah tenaga petugas, tetapi juga harus diimbangi perubahan perilaku masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Yuda Pratama Putra, S.STP., M.IP., menegaskan bahwa kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kebersihan Kota Dumai adalah tanggung jawab kita bersama. Petugas kebersihan setiap hari bekerja menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga fasilitas umum, serta mulai memilah sampah dari rumah,” tegas Yuda.
Menurutnya, upaya menciptakan kota yang bersih tidak selalu harus dimulai dari program besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak nyata apabila menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat dapat mengambil peran dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, serta membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah.
Selain itu, pendidikan dan penanaman kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik.
“Jangan sampai apa yang kita buang dalam hitungan detik menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas kebersihan selama berjam-jam. Menghargai kerja mereka dapat kita mulai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika setiap orang memiliki kepedulian dan mengambil peran, kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Dumai yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Menghargai Petugas Kebersihan dengan Tindakan Nyata
Petugas kebersihan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Pekerjaan mereka membantu memastikan jalanan, kawasan permukiman, dan ruang publik tetap bersih serta nyaman digunakan masyarakat.
Karena itu, apresiasi terhadap petugas kebersihan tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan terima kasih. Kepedulian tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan tidak menambah beban pekerjaan mereka akibat sampah yang dibuang sembarangan.
Yuda juga mengingatkan agar kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya muncul ketika pemerintah menggelar kegiatan gotong royong atau memberikan imbauan, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran masing-masing individu.
“Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan sekitar. Kota ini adalah rumah kita bersama. Menjaganya tetap bersih bukan hanya tentang siapa yang membersihkan, tetapi juga tentang siapa yang peduli untuk tidak mengotorinya,” ajaknya.
Mewujudkan Dumai Bersih Melalui Kepedulian Bersama
Pemerintah memiliki peran dalam mendukung pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan edukasi lingkungan, serta berbagai upaya pembinaan kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan melalui perilaku sehari-hari.
Kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga kebersihan Kota Dumai bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak petugas yang menyapu jalanan atau mengangkut sampah, tetapi juga oleh seberapa besar kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tidak kembali kotor.
Kota yang bersih lahir dari masyarakat yang peduli. Dengan membangun kebiasaan baik mulai dari diri sendiri, setiap warga dapat berkontribusi dalam menciptakan Dumai yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.



