MTQ Riau 2026 di Kuansing Hadirkan Pawai Jalur, DPRD Tekankan Keselamatan

PEKANBARU – Persiapan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat ini terus berjalan. Rencananya, pawai kafilah masing-masing kabupaten/kota se-Riau akan berlangsung di sungai.

Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hulu (Inhu)-Kuansing Zulhendri mengatakan, persiapan untuk pelaksanaan MTQ Provinsi Riau tahun 2026 yang akan berlangsung pada Juni mendatang masih berjalan.

Ia menyebut, rencananya akan ada konsep pawai kafilah MTQ di air pada saat pembukaan. Pawai yang biasanya dilaksanakan di darat akan diselenggarakan di air.

“Ini inovasi atas usulan dari berbagai kafilah, Pawai Taaruf yang biasanya diadakan di darat, kini akan dilaksanakan di sungai menggunakan jalur atau perahu tradisional,” ujar Zulhendri, Rabu (6/5/2026).

Nantinya, masing-masing kabupaten/kota akan menyertakan satu jalur dalam pawai tersebut. Mereka akan berurutan seperti halnya pawai di darat.

Mengingat kegiatan dilakukan di air, dia menekankan pentingnya standar keselamatan bagi peserta yang tidak bisa berenang, termasuk penggunaan pelampung bagi peserta.

Oleh karena itu, dia meminta kepada penyelenggara ada keterlibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam kegiatan tersebut.

“Termasuk juga Basarnas dari masing-masing kabupaten/kota untuk mengawal jalannya pawai, guna menghindari insiden perahu karam atau musibah lainnya,” sebutnya.

Di samping itu, saat ini infrastruktur dasar seperti Pendopo di lapangan Limuno sedang dikerjakan. Kemudian akses pendukung seperti jalan nasional yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kuansing juga dalam pengerjaan.

“Untuk infrastruktur dasar, seperti pendopo sedang pengerjaan. Kemudian infrastruktur jalan nasional dari Pekanbaru ke Kuansing sedang proses pengerjaan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Hanya saja, kata Zulhendri, untuk jalan provinsi yang menghubungkan Inhu dan Kuansing belum dikerjakan. Padahal ada keterlibatan UPT PUPR di sana walaupun skala kecil. “*

 

sumber; CAKAPLAH