PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melakukan pemetaan jalur rawan macet dan kecelakaan saat arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan serta menjamin keamanan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami telah mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Dengan pemetaan ini, kami dapat menyiapkan langkah-langkah pengamanan, pengaturan serta rekayasa lalu lintas secara lebih maksimal agar perjalanan masyarakat selama mudik tetap aman, nyaman dan lancar,” ujar Dirlantas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika, Senin (9/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Ditlantas Polda Riau telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan. Mulai dari peningkatan patroli pada titik-titik rawan, pemasangan rambu dan spanduk imbauan keselamatan, hingga menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai potensi kemacetan.
Selain itu, sejumlah pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) juga akan didirikan di jalur-jalur strategis guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk menyediakan tempat istirahat bagi pengendara yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan selamat hingga sampai ke kampung halaman. Oleh karena itu kami juga menyiapkan pos-pos pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat apabila merasa lelah,” imbuhnya.
Dari hasil pemetaan, terdapat sejumlah titik yang rawan macet. Berikut titik-titiknya.
Ditlantas Polda Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan macet saat arus mudik Lebaran 2026.
Ditlantas Polda Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan macet saat arus mudik Lebaran 2026. Foto: dok. Polda Riau
Jalur Lintas Barat Pekanbaru-Sumbar:
Pada jalur lintas barat Pekanbaru menuju Sumatera Barat yang melintasi Kabupaten Kampar, terdapat beberapa titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Di antaranya berada di KM 82/83 Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, KM 98 Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar, KM 17 Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, serta KM 29 Sei Pinang Kecamatan Tambang.
Selain rawan kecelakaan, jalur ini juga memiliki potensi kepadatan kendaraan terutama di kawasan aktivitas masyarakat seperti Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang dan Pasar Kampar yang kerap dipadati kendaraan, khususnya saat akhir pekan dan menjelang hari besar.
Jalur Lintas Timur Pekanbaru-Jambi:
Sementara itu pada jalur lintas timur Pekanbaru menuju Jambi yang melewati wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu hingga Indragiri Hilir, sejumlah titik rawan juga telah dipetakan. Beberapa di antaranya berada di KM 27 Desa Simpang Beringin, KM 44 Desa Kiyap Jaya, KM 68-69 Pangkalan Kerinci, KM 82 Desa Kemang serta KM 120 Desa Pesaguan.
Titik lain yang perlu mendapat perhatian pengendara berada di Jalan Lintas Timur KM 17 Desa Redang Seko Kabupaten Indragiri Hulu serta KM 278 Dusun Masad Desa Keritang Kabupaten Indragiri Hilir.
Jalur Lintas Tengah Pekanbaru-Kuansing:
Untuk jalur lintas tengah Pekanbaru menuju Kuantan Singingi hingga Sumatera Barat, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Pasar Benai Kecamatan Benai serta KM 195 Jalan Pasar Lubuk Jambi. Selain itu terdapat titik rawan kecelakaan di KM 131 Muara Lembu Kecamatan Singingi.
Sedangkan pada jalur Pekanbaru menuju Sumatera Utara melalui Kabupaten Rokan Hilir, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Pajak Lama Bagan Batu, jalan rusak di KM 18 Balam, jalan rusak KM 6 Balam serta kawasan Pasar Tumpah Ujung Tanjung.
Di jalur tersebut juga terdapat beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas, antara lain di KM 31 Kecamatan Balai Jaya, KM 21 Balam Desa Bangko Sempurna, KM 6 Balam Desa Bangko Permata serta Simpang Batang Desa Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.**



