Anggota Gangster Diduga Lakukan Penekapan dan Perkosa Pelajar

Ilustrasi

GRESIK – Seorang anggota gangster diduga melakukan penyekapan dan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar kelas 2 SMP asal Surabaya. Perbuatan biadab itu dilakukan pelaku terhadap korban di rumah kosong Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi pada pada Sabtu (27/2/ 2025) silam. Namun aksi tragis yang menimpa korban itu baru diketahui sang ayah berinisial ECY pada 15 Januari 2026 lalu. Awalnya pria 44 tahun warga Surabaya ini dipamiti oleh putrinya hendak bakar- bersama teman-temannya sekolah. Tak menaruh curiga, ia pun mengizinkan putrinya untuk pergi.

“Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 2 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin,” kata ECY, Sabtu (14/2/2026).

Karena tak kunjung pulang hingga pukul 19.00 WIB, ECY pun mencoba menghubungi putrinya melalui sambungan WhatsApp. Namun korban tak menjawab sambungan telepon dari CEY.

“Saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam, anak saya belum pulang,” ungkap CEY

Setelah istrinya pulang sekitar pukul 23.00 WIB, CEY bersama istrinya mencari keberadaan korban di rumah teman-teman korban hingga ke Waduk Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Namun pencarian tidak membuahkan hasil, korban tidak di ketahui keberadaannya.

“Saya dan istri saya pun pulang dan kembali mencoba telfon anak saya. Pas malam itu di angkat tapi gak ada suara. Kemudian dimatikan, pas saya telp lagi gak diangkat sampai tidak bisa ditelp lagi,” tuturnya.

Keesokan harinya, lanjut CEY, korban pulang sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditanya kedua orang tuanya, korban hanya menceritakan jika usai menginap di rumah temannya.

“Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya di panggil pihak sekolah. Dari sanalah kita tahu anak saya di lecehkan oleh kakak kelasnya,” tutur CEY.

Saat berada di rumah, korban menceritakan bahwa diajak kakak kelasnya berinisial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya. Namun setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban di ajak ke rumah kosong.

“Di sana anak saya diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu,” terang CEY.

Saat berada didalam, terduga pelaku memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan saat ia menelepon putrinya, pelaku mengancam korban agar tidak mengatakan apapun jika ingin pulang dengan selamat.

“Pelaku ini kan anggota Gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu. Anak saya di sekap dan diperkosa, saya gak terima akhirnya saya lapor polisi,” terangnya.

Sementara Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

“Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya. “*

sumber: SUARA INDONESIA