PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau resmi membatalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Tahun 2026. Keputusan itu diambil karena kondisi keuangan daerah yang dinilai tidak memungkinkan untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga pelajar tersebut.
Pembatalan tersebut tertuang dalam Surat Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau Nomor B/400.4/76/DISPORA/2026 tentang Pembatalan Pelaksanaan Kegiatan Popda dan Peparpeda Tahun 2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dalam surat yang ditujukan kepada kepala dinas yang membidangi kepemudaan dan olahraga kabupaten/kota se-Riau itu disebutkan bahwa pembatalan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/BPKAD/521 tentang Pelaksanaan Efisiensi Belanja dalam APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dispora Riau, Yurnalis Basri membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebut keterbatasan anggaran menjadi faktor utama batalnya pelaksanaan dua agenda olahraga pelajar itu.
“Ya, memang dibatalkan pelaksanaan Popda Riau 2026 karena tidak ada anggarannya,” kata Yurnalis kepada Goriau, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah berupaya agar Popda tetap dapat digelar meski dengan jumlah cabang olahraga yang terbatas. Namun kondisi fiskal daerah membuat rencana tersebut tidak dapat direalisasikan.
“Kita sudah perjuangkan agar iven ini bisa tetap terlaksana, namun anggaran daerah tidak ada untuk pelaksanaan Popda Riau 2026. Kita juga sudah sampaikan ke pihak kabupaten/kota di Riau. Kondisi anggaran memang tidak memungkinkan untuk saat ini,” ujarnya.
Yurnalis juga menjelaskan bahwa output dari Popda sejatinya menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-Popnas). Namun agenda tingkat nasional itu juga disebut telah dibatalkan pemerintah pusat.
“Output dari Popda ini adalah Pra-Popnas yang juga telah dibatalkan penyelenggaraannya oleh pemerintah pusat,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya, Popda Riau 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kali ini rencananya hanya mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli, sepak takraw, dan sepak bola.
Pengurangan jumlah cabang olahraga dilakukan sebagai langkah efisiensi agar ajang pembinaan atlet pelajar tetap berjalan. Namun, keterbatasan anggaran di lingkungan Pemprov Riau membuat pelaksanaan Popda dan Peparpeda akhirnya tidak dapat dilaksanakan.
Dalam surat resmi Dispora Riau juga disampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkait atas pembatalan tersebut. Pemerintah provinsi menyatakan pelaksanaan Popda dan Peparpeda akan diprogramkan kembali pada waktu yang memungkinkan sesuai ketersediaan anggaran. ***
sumber: Goriau



