
DUMAI – Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra Kota Dumai, Edi Purwanto, mendorong Pemerintah Kota Dumai untuk membangun kolaborasi dengan jaringan retail modern seperti Alfamart dan Indomaret sebagai upaya memperluas akses pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sabtu (27/6).
Menurut Edi, keberadaan retail modern yang tersebar di berbagai wilayah Kota Dumai dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi dan pemasaran produk-produk lokal. Ia menilai pola kerja sama tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan layak menjadi contoh bagi Kota Dumai.
“Ini bisa kita contoh untuk UMKM Dumai. Alfamart dan Indomaret juga banyak di Dumai. Kalau ada kolaborasi yang baik, tentu produk-produk UMKM lokal akan memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal dan dipasarkan,” ujar Edi.
Ia optimistis Partai Gerindra dapat mendorong terwujudnya gagasan tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil.
“Saya percaya bahwa Gerindra bisa merealisasikannya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegasnya.
Edi juga menilai upaya pemberdayaan UMKM yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, kegiatan berjualan yang difasilitasi di Jalan Subrantas pada hari libur belum cukup untuk menjawab kebutuhan para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
“Wakil Wali Kota Sugiarto yang kita usung kemarin notabene merupakan pelaku UMKM. Namun hingga saat ini kami melihat belum ada gebrakan yang signifikan terkait pengembangan UMKM. Kalau hanya berjualan di Jalan Subrantas saat hari libur, menurut kami itu masih kurang,” katanya.
Meski demikian, Edi menegaskan bahwa penyampaiannya merupakan bentuk masukan yang konstruktif demi kemajuan Kota Dumai.
“Ini hanya masukan dan inspirasi yang baik. Kalau bisa kita terapkan di kota kita tentu akan lebih baik. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaafkan,” tuturnya.
Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Dumai, Junjung Mangatas. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dengan ritel modern merupakan ide yang patut diperjuangkan melalui jalur legislasi.
“Ini ide yang bagus. Kami di Fraksi Gerindra tentu menunggu arahan dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai yang juga merupakan unsur pimpinan DPRD, Bapak Achie, untuk langkah selanjutnya,” ujar Junjung.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai yang juga Wakil Ketua DPRD Dumai, H. Johannes MP Tetelepta atau yang akrab disapa Achie, menyatakan bahwa perjuangan untuk memperkuat posisi UMKM lokal sebenarnya telah dipersiapkan melalui pembentukan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).
“Kita lagi mempersiapkan Ranperda yang diusulkan Pak Edi. Mungkin teman-teman fraksi juga sudah mengetahui. InsyaAllah akan berjalan dalam waktu dekat,” kata Achie.
Achie menjelaskan, Fraksi Partai Gerindra telah mengusulkan lima Ranperda sebagai bentuk komitmen dalam mendorong perlindungan masyarakat, penguatan ekonomi daerah, hingga peningkatan iklim investasi di Kota Dumai.
Adapun lima Ranperda usulan Fraksi Gerindra tersebut meliputi:
Penyelenggaraan Perlindungan Tenaga Kerja melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.
Perlindungan dan Pendistribusian Produk Lokal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ke Toko Retail Modern.
Rencana Induk Pembangunan Industri Daerah Kota Dumai Tahun 2025–2035.
Penyelenggaraan Pengelolaan Limbah.
Menurut Achie, Ranperda mengenai perlindungan dan pendistribusian produk lokal UMKM ke toko retail modern menjadi salah satu langkah strategis agar produk-produk hasil pelaku UMKM Dumai memperoleh ruang yang lebih luas di pasar modern.
“Melalui regulasi ini nantinya kita berharap produk-produk UMKM lokal memiliki kepastian akses pemasaran di toko retail modern. Ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Penulis : Faisal Arif


