DUMAI – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan puluhan siswa SD Negeri 13 Dumai harus mendapatkan perawatan medis terus menjadi perhatian. Dalam konfirmasi terbaru, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) sekaligus Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, S.T.P., M.Si., menyebut kejadian tersebut merupakan kelalaian dan bukan sesuatu yang disengaja.
Pernyataan tersebut disampaikan Syartiwidya saat dikonfirmasi terkait dugaan keracunan makanan MBG yang dialami para siswa SD Negeri 13 Dumai.
Saat ditanya apakah terdapat indikasi kejadian tersebut merupakan kelalaian yang disengaja, Syartiwidya memberikan penegasan.
“Gak ada pak, saya jamin itu hanya kelalaian, tidak disengaja,” jawabnya melalui pesan WhatsApp, senin (31/8).
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya muncul informasi dari lapangan mengenai kondisi bahan baku makanan yang diduga telah menimbulkan tanda-tanda tidak layak konsumsi.
Dalam konfirmasi lanjutan, pihak media juga menanyakan informasi yang diperoleh dari lapangan bahwa tim pengolahan atau bagian memasak disebut sempat mengingatkan mengenai bahan baku yang digunakan, khususnya bakso, yang disebut sudah berbau dan diduga tidak layak untuk dikonsumsi.
Pertanyaan tersebut diajukan untuk memastikan apakah informasi mengenai kondisi bahan baku tersebut benar-benar diketahui oleh pihak pengelola sebelum makanan MBG didistribusikan kepada para siswa.
Selain persoalan bahan baku, Syartiwidya juga dimintai penjelasan mengenai hasil investigasi BGN dan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kejadian tersebut.
Namun, hingga konfirmasi terakhir dilakukan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai hasil investigasi maupun hasil laboratorium tersebut.
Media juga meminta keterangan terkait tindakan nyata BGN terhadap Dapur/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, yang disebut berkaitan dengan penyediaan makanan MBG untuk para siswa.
Pertanyaan tersebut penting untuk mengetahui langkah evaluasi maupun tindakan yang diambil BGN pascakejadian, terlebih dugaan keracunan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa.
BGN Diminta Terbuka
Pengakuan bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian, meski ditegaskan tidak disengaja, menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai mekanisme pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Terutama menyangkut bagaimana bahan baku diperiksa sebelum diolah, bagaimana makanan yang telah dimasak dipastikan aman dikonsumsi, serta bagaimana proses pengawasan dilakukan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.
Terlebih, program MBG menyasar anak-anak sekolah yang merupakan kelompok yang membutuhkan jaminan keamanan pangan secara ketat.
Karena itu, publik kini menunggu penjelasan resmi BGN mengenai apa bentuk kelalaian yang terjadi, siapa yang bertanggung jawab, hasil pemeriksaan laboratorium, serta tindakan yang diberikan terhadap pengelola SPPG Gajah Mada.
Disisi lain, kepala Dinas Kesehatan, dr. Syaiful, M.K.M. Kota Dumai juga enggan berkomentar ketika ditanya tentang perkembangan kejadian tersebut.(Rif)



