DLH Dumai Angkut 156 Meter Kubik Sampah Setiap Hari

DLH Dumai Angkut 156 Meter Kubik Sampah Setiap Hari. Foto/DLH

DUMAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai menyatakan, petugas kebersihan setiap hari mengumpulkan sekitar 156 meter kubik sampah dari berbagai wilayah perkotaan untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Dumai, Yudha Pratama, mengatakan untuk pengangkutan sampah harian pihaknya mengerahkan 13 armada truk serta tiga unit kendaraan ambrol.

“Volume sampah yang dihasilkan setiap hari mencapai sekitar 156 meter kubik. Petugas mengangkut sampah dari berbagai titik, termasuk 15 bak penampungan sampah yang tersebar di sepanjang jalan protokol, kawasan permukiman, dan pasar,” kata Yudha kepada wartawan, Rabu.

Ia menjelaskan, sebagian besar sampah yang dikumpulkan berasal dari rumah tangga dan aktivitas pasar. Sampah tersebut kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Barat, untuk diolah dengan sistem penimbunan.

Pengelolaan sampah di TPA yang memiliki luas sekitar 10 hektare itu menggunakan sistem sanitary landfill, yakni metode pembuangan sampah dengan cara menumpuk sampah di lokasi cekungan, kemudian setelah padat akan ditutup dengan lapisan tanah.

Untuk memudahkan proses pengangkutan, pemerintah telah menempatkan sejumlah bak penampungan sampah berukuran 2×4 meter di beberapa ruas jalan protokol serta kawasan permukiman padat penduduk agar sampah lebih mudah dikumpulkan oleh petugas.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pelayanan persampahan sebesar Rp900 juta per tahun. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pelayanan Persampahan.

Sementara itu, Wali Kota Dumai Zulkifli As mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Hal ini disebabkan volume sampah harian yang mencapai sekitar 160 hingga 170 ton belum sebanding dengan kapasitas lahan tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kendala dalam pengelolaan sampah. Sampah yang dibuang sembarangan kerap menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir saat musim hujan.

Selain itu, pemerintah juga belum mampu melayani pengumpulan sampah di seluruh kecamatan, khususnya di kawasan pinggiran kota. Keterbatasan armada pengangkut, bak sampah, serta jumlah petugas menjadi salah satu penyebabnya.

“Banjir sering terjadi akibat saluran air di parit tersumbat oleh tumpukan sampah. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya,” ujar wali kota.

 

 

 

 

(Infotorial)