Listrik Blackout di Pekanbaru: Ikan Koi Wali Kota Mati hingga ES UMKM Cair

Oplus_16908288

PEKANBARU – Pemadaman listrik massal atau blackout melanda wilayah Kota Pekanbaru, Riau pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Kondisi darurat ini menyisakan berbagai cerita unik sekaligus pilu, mulai dari kalangan pejabat publik hingga para pelaku UMKM setempat.

Pantauan di sejumlah media menunjukkan banyak warga Pekanbaru membagikan kisah apes mereka saat malam gelap gulita melalui media sosial. Selain keluhan mengenai perangkat elektronik yang rusak, polisi bahkan berhasil menciduk oknum warga yang nekat membawa narkoba saat pemadaman berlangsung.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho turut membagikan kisah kehilangan puluhan ekor ikan hias akibat insiden kelistrikan ini. Orang nomor satu di Kota Bertuah tersebut mengaku pasrah karena seluruh ikan koi kesayangannya mati mendadak di dalam kolam.

Melalui akun media sosial pribadinya, Agung menjelaskan bahwa padamnya arus listrik membuat sistem sirkulasi oksigen di kolamnya berhenti total. Ia juga mengonfirmasi bahwa kediamannya tidak dilengkapi fasilitas genset darurat untuk mengantisipasi kejadian blackout tersebut.

“Mati lampu tadi malam menyisakan duka karena di rumah tidak ada genset, sehingga semua ikan koi kesayangan saya mati. Namanya musibah, ya saya harus tetap ikhlas dan tabah menghadapinya,” tulis Agung Nugroho, Sabtu (23/5/2026).

Fenomena blackout total ini dilaporkan terjadi secara serentak di enam provinsi wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan Lampung. Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem daya cadangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Namanya musibah, mau bagaimana lagi dan yang paling penting kita semua harus tetap bersabar. Apa pengalaman kalian pas blackout tadi malam, ayo cerita dong,” ujar Agung Nugroho dalam unggahannya.

Dampak lainnya dari pemadaman listrik ini juga menghantam sektor perekonomian usaha mikro di berbagai sudut Kota Pekanbaru. Sejumlah pedagang kecil mengeluhkan penurunan omzet yang drastis karena aktivitas transaksi jual beli terganggu akibat kegelapan.

Fery, seorang penjual teh es gerobak di pinggir jalan Pekanbaru, hanya bisa meratapi dagangannya yang tidak bisa terjual. Pasokan es batu di pasar lokal mendadak langka karena mesin pembeku milik agen besar mati massal selama belasan jam.

“Penjual es batu langganan tidak beroperasi hari ini karena stok balok es mereka mencair akibat mati lampu. Imbasnya, kami yang menggantungkan hidup dari jualan teh es terpaksa gulung tikar untuk sementara waktu,” keluh Fery.

Cerita lain datang dari Sugiyanto, warga Pekanbaru yang mengeluhkan kerusakan fasilitas rumah tangga saat arus mulai dipulihkan secara bertahap oleh PLN. Alih-alih mendapatkan kesejukan, perangkat pendingin ruangan (AC) di rumahnya justru mendadak rusak akibat tegangan yang tidak stabil.

“Tegangan listrik naik-turun sangat ekstrem saat pertama kali menyala. Setelah insiden low voltage tersebut, perangkat AC di rumah saya tidak bisa dihidupkan lagi,” ungkap Sugiyanto dengan kecewa.

Nasib serupa juga menimpa tetangganya yang bernama Nanang, di mana ketidakstabilan arus menghantam peralatan elektronik miliknya. Lonjakan tegangan yang fluktuatif menyebabkan komponen dinamo pada dua unit kipas angin andalannya hangus terbakar.

“Kipas angin ini sangat dibutuhkan karena saya memiliki dua anak kecil yang tidak bisa tidur dalam kondisi ruangan panas. Kami terpaksa mengeluarkan biaya secara mendadak untuk memperbaiki kerusakan ini,” kata Nanang dengan nada pasrah.

Keresahan yang sama diungkapkan oleh Abdul Hadi, yang merasa frustrasi karena buah hatinya terpaksa belajar menggunakan lampu darurat menjelang ujian. Situasi makin menyebalkan bagi Hadi karena jaringan internet seluler ikut lumpuh, sehingga ia kesulitan mengirim laporan pengaduan ke aplikasi PLN Mobile.

Sementara itu, di tengah kegelapan, tim gabungan Polda Riau justru berhasil meringkus dua pemuda yang nekat mengonsumsi ganja di sebuah kafe Jalan Naga Sakti. Polisi langsung bergerak cepat mengamankan para pelaku beserta barang bukti setelah mengendus kepulan asap ilegal di lokasi tersebut.

“Patroli antisipasi ini sengaja kami tingkatkan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Pekanbaru tetap kondusif selama status blackout. Kami fokus meminimalisir potensi tindak pidana kriminalitas, aksi geng motor, hingga premanisme jalanan,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua. **