
DUMAI, 23 April – Tragedi kecelakaan kerja di PT Wilmar yang merenggut nyawa seorang karyawan memicu keprihatinan dan kecaman dari berbagai pihak. Aktivis sosial, Irwandi Aziz, menilai bahwa kejadian ini adalah cermin kelalaian yang sangat fatal dan tidak dapat ditoleransi.
“Keselamatan kerja bukanlah sebuah pilihan atau formalitas belaka, melainkan kewajiban mutlak yang harus ditegakkan tanpa kompromi. Perusahaan sebesar Wilmar seharusnya memiliki sumber daya yang cukup untuk menerapkan sistem keselamatan kelas dunia,” kata Irwandi dalam pernyataan tertulisnya.
Irwandi juga mempertanyakan komitmen PT Wilmar dalam menerapkan sistem keselamatan kerja yang efektif. “Maka jika masih terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa, patut dipertanyakan: apakah manajemen benar-benar peduli atau hanya berpura-pura peduli? Apakah SOP keselamatan hanya menjadi dokumen yang tidak pernah diterapkan di lapangan?” ujarnya.
lelaki yang juga mengajar di salah Satu Universitas ini juga mendesak Kementerian Ketenagakerjaan dan instansi terkait untuk melakukan audit keselamatan secara menyeluruh dan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti ada unsur kelalaian. “Nyawa pekerja tidak bisa ditukar dengan keuntungan produksi. Ini bukan kecelakaan, ini adalah kelalaian sistemik yang harus dihentikan,” tegasnya.
Irwandi juga berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi perusahaan lain untuk lebih memprioritaskan keselamatan kerja. “Kita tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi di masa depan. Oleh karena itu, perlu ada tindakan nyata dari pemerintah dan perusahaan untuk meningkatkan keselamatan kerja,” katanya.
Ditanbahkan lagi, ia berharap keadilan dapat ditegakkan dan keselamatan kerja dapat menjadi prioritas utama bagi perusahaan. “Kita harus memastikan bahwa nyawa pekerja dihargai dan dilindungi,” pungkasnya.(Rif)


